Jatim (IslamNu) – Apel kesetiaan NU untuk NKRI yang digelar di Bumi Perkemahan Pacitan-Jawa Timur, (Jum’at-Minggu, 6-8 Januari 2017 dihadiri puluhan ribu santri Nahdlatul Ulama (NU) se Jawa Timur dengan mengusung tema ‘Meneguhkan Persatuan Nasional dan Persatuan Umat Islam.
Pada kegiatan tersebut juga digelar tahlil dan istighotsah untuk mendoakan para auliya, penyebar Islam, pendiri jam’iyyah Nahdlatul Ulama, tokoh-tokoh NU Pacitan dan berdoa untuk kelancaran acara apel kesetiaan NU,’’ katanya.
Apel Kesetiaan di pusatkan di ujung barat selatan Jawa Timur ini sekaligus untuk menyambungkan (tawassulan) dan mengambil pembelajaran (tabarrukan) terhadap figur kharismatik ulama Nusantara dalam membangun kemandirian, keteladanan ber-NU dan nasionalisme.
Di samping ada pondok pesantren tertua, Tremas di Arjosari Pacitan, juga ada sosok kharismatik, Mbah Umar Tumbu, dikenal sebagai wali autad yang menjadi paku bumi tanah Jawa saat ini, dan di samping kediaman beliau ada menara NU dengan tinggi lebih kurang 30 meter yang di ujung atas menara selalu berkibar bendera Merah Putih,”paparnya.
Ada orasi Kebangsaan oleh Mayor Jenderal TNI I Made Sukadana Pangdam V Brawijaya sekaligus meresmikan Laskar NKRI. Pangdam menghimbau seluruh personelnya untuk tetap saling menjalin sinergitas dan kerjasama kepada seluruh masyarakat guna terwujudnya kemanunggalan antara TNI dan Rakyat. “Sinergitas guna terwujudnya kemanunggalan TNI dan Rakyat.
Selanjutnya KH. Mutawakkil Alallah, Ketua PWNU Jatim menyampaikan beberapa pesan; 1. NU tidak boleh ikut arus globalisasi dan radikalisasi terhadap upaya pengikisan NKRI, 2. Kader NU harus bisa mandiri, berpikir global dan berani membuat trobosan pemikiran dan tindakan yang nyata, efektif dan bermanfaat bagi ummat semesta alam, 3. Islam dan NKRI tidak boleh dijadikan boneka dan dicampurtangani negara lain yang sama skali tidak sepaham dengan ideologi NKRI, 4. Negara dan NU adalah korelasi yang saling terkait dan menguatkan kedaulatan NKRI, 5. siapapun yang mencoba mengganggu ketenangan dan kedamaian NKRI akan berhadapan langsung dengan seluruh warga Indonesia, wabil khusus WARGA NAHDLIYYIN di NKRI, 6. Jika ada kelompok yang main" dengan NU akan dibalas oleh Alloh secara langsung lahir dan bathin.. Karena "Alloh akan membalas siapapun yang mencoba menyakiti kekasih-Ku dengan cara-Ku". Selanjutnya menyampaikan slogan: Siapa Kita, NU,NKRI, Harga Mati, Pancasila, Jaya seraya bertakbir Allahu Akbar 3x selanjutnya Beliau mengakhiri dengan salam. (Mp/Qs)