Berlailatul Ijtima, Risalah Aswaja Ditetapkan Sebagai Kajian Khusus
Berlailatul Ijtima, Risalah Aswaja Ditetapkan Sebagai Kajian Khusus

nuprobolinggo.or.id - WONOMERTO- Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama atau MWCNU Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, mengkaji Kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah untuk memperkokoh pemahaman nahdliyyin.

Kajian kitab karya Muassis Nahdlatul Ulama KH. Hasyim Asy’ari tersebut, dikemas dengan Lailatul Ijtima’ yang dilakukan setiap bulan. Ahad (19/12/2021) malam, kajian dilakukan di Masjid Nurul Huda, Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto.

KH. Syuhada Nasrullah yang menjadi penyaji malam itu, meminta setiap kegiatan Lailatul Ijtima' hendaknya dimanfaatkan juga untuk mengkaji karya tulis Muassis Jam'iyah Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, terjadinya pemahaman yang salah terkait bid'ah dikarenakan lemahnya pemahaman mereka terhadap turats atau tradisi.

Penguasaan sastra Arab sebagai modal penting bagi pemula dan pecinta ilmu sehingga pemahaman kita tidak menyimpang dan menyalahi uslub lughowi maupun syar'i.

Penyaji mencontohkan penggunaan kata “Kullun” pada lafadz “Kullu Bid'atin Dholaalah” dalam muqaddimah kitab Risalah Ahlussunnah Waljamaah karya Hadratus Syaikh KH. Moh. Hasyim Asy'ari.

“Saat ini kita telah memasuki era transformasi, bahkan bukan sekedar itu kita memasuki era campur aduk. Sementara dalam hakekatnya perbedaan itu sebuah Rahmat semesta,” katanya.

Banyaknya manusia yang belum memahami kalam Allah (Al-qur'an) dan Sunnah Rasulullah (Hadits), dipandang perlu penguatan tersebut. Erosi pemikiran dan degradasi moralitas generasi muda sangat membutuhkan sentuhan agar mereka kembali mengidolakan ulama sebagai pewaris dari pada Nabi.

“Dari kitab karya yang mulia ini, kita mengetahui bahwa betapa bodohnya kita sehingga tergugah untuk terus mengkaji Karya-karya Ulama Salaf yang bersumber dari Kalam Allah dan Sunnah Rasulullah SAW,” ujarnya.

Kyai Syuhada juga mengajak untuk terus merawat Jam'iyah Nahdlatul Ulama sebagai wadah perjuangan kita hingga akhir hayat nanti. (Ansori)