Keterangan Gambar : pcasnuterprob
Probolinggo (IslamNu) Memeriahkan tahun baru hijriyah, Aswaja NU Center Kabupaten Probolinggo bersama MWC NU Tegal Siwalan menyelenggarakan Dauroh Aswaja an-Nahdliyah.
Dauroh yang digelar pada ahad, 9 Oktober 2016 ini, membedah kitab Tsalatsu Rasail fil Aqidah, sebuah kitab klasik karya Imam al-Qusyairy. Seorang Ulama besar Islam dari Abad X Masehi.
Bertempat di PP. Darul Mukhlasin Tegal Siwalan, kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 200 orang peserta, dari pengurus NU, Jamaah Muslimat NU, pengurus Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, IPPNU, para guru ngaji dan santri pondok pesantren.
Mengawali acara, Pengasuh pesantren setempat, KH. Mahfudz Basya, mengungkapkan kebahagiaannya. "Saya senang teman-teman NU membuat kegiatan di sini. NU itu tidak boleh dipisah dari pesantren, karena pesantren adalah ruh NU." Katanya.
Hadir dalam Dauroh, Ketua dan jajaran personalia PCNU Kab. Probolinggo, segenap Forpimka Tegal Siwalan dan para pimpinan pesantren di Tegal Siwalan.
Memberi kata sambutan, Ketua PCNU Kab. Probolinggo, KH. Abdul Hadi Saifullah, menyampaikan bahwa peneguhan aqidah Aswaja bagi generasi muda adalah sangat penting dan mendesak. "Kalau mau NKRI terus eksis, ya Aswaja solusinya. Tidak ada lain" Tegasnya, disambut applaus hadirin.
Hadir pula sebagai narasumber Dauroh Aswaja, Ketua PC. LTN NU Kab. Probolinggo, Ansori Halim, M.Sy dan Wakil Rois Syuriyah PCNU, KH. Drs. Zainullah Ghozali, M.Si yang membedah Kitab karya al-Qusyairy. Sementara Drs. K. Sholehudin, M.Pd,I yang merupakan ketua LAKPESDAM Kab. Probolinggo membahas masalah manajemen organisasi NU.
Ketua PC, Aswaja NU Center, Teguh Mahameru ZH, M.Pd menyatakan senang dengan meriahnya kegiatan hari ini. "Kegiatan seperti ini terus kita lakukan, Insyallah setelah ini di Leces." Imbuhnya. (Tm).