nuprobolinggo.or.id - Setiap manusia pasti ada kelebihan dan kekurangan. Bahkan juga tidak akan pernah lepas dari permasalahan hidup, baik dari faktor ekonomi, sosial maupun fisik yang tidak sempurna.
Seperti yang dialami oleh Agus Budi Cahyono, ketua PAC IPNU Kuripan Kabupaten Probolinggo. Salah satu penyandang disabilitas, namun tidak pernah berkecil hati untuk terus semangat berkegiatan.
Pria yang kerap kali dipanggil Agus ini diketahui tidak bisa mengendarai sepeda motor dan juga tidak memiliki kendaraan.
Sering kali Agus berjalan dari satu dusun ke dusun lain, dari satu desa ke desa lain untuk kegiatan IPNU.
Ia mengatakan "Saya sering jalan kaki dengan jarak 3-4 km untuk kegiatan. Karena saya menyadari, bahwa tugas ketua PAC IPNU harus selalu hadir dan mengayomi kader untuk semangat kegiatan" kata Agus, pria kelahiran 21 Agustus 2000 tersebut.
Saat inipun, Agus masih menempuh pendidikan kuliah di Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan dengan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris semester enam.
Tak hanya organisasi IPNU saja yang ia geluti. Ia juga aktif di Departemen Pembangunan dan Pengembangan Dewan Kerja Ranting (DKR) Kuripan, Saka Bhakti Husada Kecamatan Kuripan, Devisi Konseling Posyandu Remaja, dan bendahara Dewan Kerja Ambalan (DKA) Pramuka. Serta ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Kuripan hingga saat ini.
"Alasan saya aktif di IPNU adalah saya senang bersosialisasi dan saya ingin mengembangkan bakat melalui ikut organisasi ini. Serta menambah pengalaman dan memperluas relasi" jelas Agus. Sabtu (25/02/2023)
Selain alasan tersebut, ia aktif di IPNU karena juga termotivasi salah satu senior. Beliau adalah Babussalam, demisioner ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo.
"Saya juga terinspirasi dari Mas Babussalam, yang aktif di segala bidang. Serta mampu mengayomi adik-adik IPNU IPPNU untuk terus berproses" kata Agus.
Diketahui Agus merupakan salah satu kader IPNU yang berasal dari Desa Resongo Kecamatan Kuripan. Salah satu daerah yang juga berada dibawah lereng gunung Bromo. Juga desa yang penuh dengan perbukitan atau pegunungan.
"Harapan saya kedepannya adalah penyandang disabilitas ini tidak menjadi penghalang untuk berproses. Namun dengan kita aktif di berbagai kegiatan, akan menjadi penyemangat bagi yang lain" Pungkas Agus