Probolinggo, 16/7/2017 (IslamNu) Saat memberikan ceramah agama pada acara Haflah TPQ-Madin Miftahul Hasanah Sumberkare Wonomerto Habib Abdul Qadir ibn Hasyim Alkaf mengurai tentang pentingnya ilmu dalam kehidupan. Seraya beliau menyitir firman Allah Swt. “Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh]”. (QS. Ash Shaffaat: 100).
Jika diamati doa tersebut mengajarkan kepada kita, Bahwa Khalilullah Abiyullah Ibrahim alaihissalam tidak meminta anak yang berilmu yang kaya raya, namun beliau meminta anak yang sholeh, anak yang baik. Seorang anak yang baik dalam kondisi bagaimanapun akan tetap baik.
Dalam Zaadul Masiir, Ibnul Jauzi rahimahullah menjelaskan, “Ya Rabbku, anugerahkanlah padaku anak yang sholeh yang nanti termasuk jajaran orang-orang yang sholeh.” Menurut Imam Asy-Syaukani ra mengatakan apa yang dikatakan oleh para pakar tafsir, “Ya Rabb, anugerahkanlah padaku anak yang sholeh yang termasuk jajaran orang-orang yang sholeh, yang bisa semakin menolongku taat pada-Mu”.
Nabi Zakariya As dalam doanya; “[Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mengdengar doa] (QS. Ali Imron: 38).
Dalam pandangan Ibnu Katsir ra., “Ya Rabb anugerahkanlah padaku dari sisi-Mu keturunan yang thoyyib yaitu anak yang sholeh. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar do’a.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3/54).
Seseorang yang telah dewasa dan menginjak usia 40 tahun memohon pada Allah, “[Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri] (QS. Al Ahqof: 15).
Sebagai orang tua, hendaknya kita selalu memohon kepada Allah Swt dengan doa juga berisi permintaan kebaikan pada anak dan keturunannya, karena doa orang tua dengan Allah akan langsung dikabulkan. Bahkan hendaknya kita selalu membaca doa yang termaktub dalam QS. Al-Furqon : 74, doanya hamba (Ibadurrahman) berikut ini; “[Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa]. (QS. Al Furqon: 74).
Kenapa harus kebaikan yang kita pinta kepada Allah Swt….? Selanjutnya Habib Qadir AlKaf melanjutkan; Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalah adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik menjadi harapan. [Al Kahfi:46].
Dan QS. At-Taubah ayat 14-15) yang artinya ; “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. [At Taghabun:14,15].
Bukannya kemewahan dan kemegahan yang kelak akan menyelamatkan kita dari pedihnya siksa neraka, namun kebaikan, amal sholeh, ilmu dan doanya anak sholeh yang tidak akan terputus hingga ajal memisahkan diri kita, yang lantas ditutup dengan doa.
Hal senada disinggung pula oleh Habib Abu Bakar Assegaf bahwa hakekat hidup adalah beribadah kepada Allah Swt. Jalankan perintah-Nya serta jauhi larangan-Nya. Dalam keidupan yang sebentar ini, hanya bayang-bayang kehidupan yang akan tersisa, keinginan yang tergesa-gesa namun keabadian yang sebenarnya kelak bertemu dengan Sang Pencipta.
Sebelumnya acara dimeriahkan dengan penampilan kesenian islam, pemberian penghargaan santri berprestasi hingga pagelaran music hadrah Al-Banjari dengan senandung sholawat nabi Simtudduror, membahana sepanjang jalan di daerah terpencil Sumberkare. (Mp).