Keterangan Gambar : Berdoa Setelah Sholat Tahajjud
Dalam proses atau usaha memenuhi kebutuhan tersebut ada yang
melaluinya dengan cara mudah dan ada yang mendapatkannya dengan cara yang sulit
dan berat. Dalam proses yang berat tersebut sebagian orang yang beriman
melakukan pendekatan-pendekatan sangat intens kepada Penciptanya melalui
ibadah-ibadah. Kita ambil contoh tahajjud. Sebagian orang melakukan sholat
sunnah tahajjud setiap malam sampai dengan jumlah malam tertentu. Dalam ibadahnya
tersebut terselip sebuah keinginan agar hajatnya terkabul seperti kenaikan
pangkat dalam karir, bertambahnya rizki, terbelinya rumah dan lain sebagainya.
Pertanyaannya adalah; bolehkah melakukan ibadah dengan adanya niat terpenuhinya hajat tertentu seperti contoh tersebut? Jawabannya adalah BOLEH.
Permasalahan berikutnya adalah masalah niat. Jika niat
dalam beribadah tersebut adalah untuk terpenuhinya hajat maka tidak ada pahala
bagi pelakunya. Jika niat dalam beribadah tersebut lebih dominan untuk urusan akhirat/ibadah
maka orang yang melakukannya akan mendapat pahala. Imam Al-Qolyubi dalam
kitabnya (juz 1 hal. 47) mengatakan
كل عبادة وقع فيها تشريك فإن فاعلها يثاب عليها إن
غلب الأخروي كما لو انفرد قاله الغزالي
Dengan kata lain, jika niat ibadahnya lebih dominan sisi
duniawinya maka pelaku ibadah tersebut tidak akan mendapat pahala.
Dari paparan singkat ini mari kita bijak dalam menentukan
niat ibadah. Kita usahakan ibadah kita tidak hanya berbuah di dunia tapi juga
berbuah di akhirat.
والله
أعلم بالصواب
Penulis : Ihya' Ulumuddin