IPNU Probolinggo Inten Gelar Sosialisasi PUP
IPNU Probolinggo Inten Gelar Sosialisasi PUP

Probolinggo (IslamNu) Bertempat di aula Yayasan Pendidikan Darul Mukhlasin Tegalsiwalan Kecamatan Tegalsiwalan, pada hari selasa tanggal 16 Agustus 2016, bekerja sama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Probolinggo, PC. IPNU Kabupaten Probolinggo menggelar “Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP)”.

Kegiatan tersebut diikuti para pengurus dan anggota Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU dari Kecamatan Leces dan Tegalsiwalan yang dihadiri oleh Kepala BPPKB Kabupaten Probolinggo Slamet Riyadi, Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo Babussalam, Ketua MWCNU Tegalsiwalan Muhlis, Kepala KUA Kecamatan Tegalsiwalan, Ulumuddin serta Ketua Yayasan Pendidikan Darul Mukhlasin.

Dalam sambutannya, Babussalam menyampaikan bahwa sosialisasikan PUP ini bertujuan untuk mengenalkan dan meningkatkan SDM di Kabupaten Probolinggo serta mengurangi angka pernikahan dini yang masih tinggi.

"Ini merupakan salah satu wujud komitmen para kader IPNU-IPPNU dalam rangka mendukung program wajib belajar 12 tahun. Sebagai kader NU kita wajib mendukung program ini dengan cara terus sekolah dan tidak menikah di usia muda," jelasnya.

“Upaya untuk menekan angka pernikahan dini ini perlu dukungan dari semua pihak termasuk orang tua”. Dan selama ini anak terburu-buru menikah karena sudah dijodohkan oleh orang tuanya.

"Alasannya sangkal dan takut anaknya tidak akan laku lagi karena menolak lamaran seseorang. Padahal hal itu adalah mitos yang dipercaya secara turun temurun. Saat ini istilah sangkal itu sudah tidak ada lagi seiring dengan perkembangan kemajuan zaman," tandasnya.

Sedangkan, Slamet Riyadi, Kepala BPPKB Kabupaten Probolinggo menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang diberikan oleh PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Probolinggo yang selama ini telah membangun kerjasama. Dengan kegiatan ini nantinya masyarakat akan memahami pentingnya pendewasaan usia dalam melangsungkan pernikahan.

"Marilah kita bersama-sama turunkan angka pernikahan. Jangan menikah di usia muda”, ajaknya. (Mp).