Jadi Organisasi Penggerak, Begini Langkah Muslimat NU Kabupaten Probolinggo
Jadi Organisasi Penggerak, Begini Langkah Muslimat NU Kabupaten Probolinggo
YAYASAN Pendidikan Muslimat Nahdlatul Ulama atau YPMNU Kabupaten Probolinggo, menjalin nota kesepahaman atau MoU dengan Dinas Pendidikan kabupaten setempat, Selasa (28/9/2021).

MoU itu merupakan tindak lanjut dari status YPMNU sebagai organisasi penggerak pada Program Organisasi Penggerak (POP) dari Kemendikbud.

Yakni program yang melibatkan organisasi masyarakat dan relawan pendidikan sebagai organisasi penggerak, untuk menciptakan sekolah-sekolah penggerak di Indonesia. 

Sebagai bagian dari sekolah penggerak, peningkatan kualitas guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa menjadi fokus utama POP.

Hingga 2022, POP memiliki sasaran meningkatkan kompetensi 50.000 guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan di 5.000 PAUD, SD dan SMP

Nah melalui MoU Selasa lalu, YPMNU Kabupaten Probolinggo akan terlibat dalam pelatihan kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan di lima lembaga PAUD dan TK di bawah Muslimat NU.

Pelatihan diberikan di bidang parenting, manajemen pengelolaan dan hal penting lainnya. Agar lembaga yang dipilih menjadi inovatif, kritis dan kreatif.

Ketua PC Muslimat Kabupaten Probolinggo, Nur Hayati mengatakan, MoU merupakan bentuk sinergi dalam mewujudkan kemajuan  pendidikan guna tercapainya layanan pendidikan dan pemerataan di daerah.

"Pendidikan merupakan program prioritas Muslimat, karena ibu-ibu sebagai pendidik pertama dan utama untuk mencetak kader NU yang handal," katanya.

Ia berharap, bisa memberikan motivasi baru, berkarya dan bermanfaat buat kemajuan pendidikan anak di daerah.

Yang jadi ciri khas, dalam POP ini YPMNU Kabupaten Probolinggo mengupayakan adanya pengembangan kurikulum aswaja di lima lembaga sasaran. Di luar parenting dan manajemen pendidikan. (*)