NU Care Lazisnu Kabupaten Probolinggo, Jatim, kembali menggelar Jumat Berkah Bersama Anak Yatim, Jumat (24/9/2021). Kali ini acara santunan ini digelar di Masjid Riyadlul Jannah, Desa Pamatan, Kecamatan Tongas.
Dalam Jumat Berkah ini, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Abdul Hamid menceritakan kisah anak yatim yang diangkat sebagai anak oleh Nabi Muhammad saat hari raya Idul Fitri.
Yatim tersebut ditinggal ayahnya yang gugur dalam peperangan bersama nabi. Sementara ibunya menikah lagi, kemudian mengusir dan mengambil seluruh harta warisnya.
Saat ditemui Rasulullah, yatim tersebut menangis di antara anak-anak lain yang berbahagia di hadi ied. Dan akhirnya Rasul mengangkatnya sebagai anak.
"Kasih sayang untuk anak yatim bukan hanya kita yang melakukan. Santunan sudah dicontohkan Nabi Muhammad SAW," ujar Kiai Hamid.
Rois PCNU Kabupaten Probolinggo KH Muharror Aziz juga bercerita barokah dari menyantuni anak yatim.
"Nabi cinta kepada yatim-piatu. Orang yang suka menyantuni anak yatim diberi barokah sehat," katanya.
Kiai Muharror kemudian bercerita tentang seorang temannya yang punya penyakit komplikasi.
Dalam pertemuan beberapa waktu setelahnya, Kiai Muharror mendapati temannya tersebut dalam kondisi sehat.
"Setelah saya tanya ternyata barokah menyantuni anak yatim. Semua penyakitnya Allah SWT angkat penyakitnya dan diberi kesehatan. Semoga apa yang disantukan pada anak yatim akan diganti oleh Allah dengan berlipat ganda," pungkasnya.
Dalam Jumat Berkah Bersama Anak Yatim kali ini, terhitung ada 50 anak yatim yang disantuni, pagi itu. Mereka berasal dari Kecamatan Tongas, Lumbang dan sekitarnya.
Ketua MWCNU Lumbang, Ustadz Lukmanul Hakim mengatakan, santunan kepada anak yatim tidak harus dilakukan di bulan Muharram. Melainkan kapan saja, sebagai bentuk kepedulian sosial kita yang telah dicontohkan nabi.
"Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini," katanya. (*)