Keterangan Gambar : Sambuan Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Abdul Hamid saat istighosah dan pembacaan Salawat Burdah perayaan tahun baru hijriyah dan HUT RI ke-76
nuprobolinggo.or.id - TONGAS - Istighosah dan pembacaan Salawat Burdah digelar pengurus MWC NU Tongas, Senin (23/08/2021).
Kegiatan penutupan perayaan HUT RI ke-76 dan Hari Besar Islam di bulan Muharram 1443 H itu bertempat di Aula MWC NU setempat.
Peserta kegiatan dibatasi 30 persen dari kapasitas aula yang hanya dihadiri oleh perwakilan pengurus tanfidziyah maupun syuriah dan sejumlah utusan ranting NU di Kecamatan Tongas.
Ikhtiar batin tersebut dilakukan sebagai wujud syukur atas kemerdekaan RI dan bergantinya tahun hijriyah.
Selain itu, pembacaan Salawat Burdah bertujuan agar pandemi Covid-19 segera hilang dari Indonesia dan kondisi sosial dapat kembali normal.
Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Abdul Hamid menyampaikan ikhtiar dzahir harus diimbangi ikhtiar batin dalam setiap hal apapun.
"Ikhtiar atau usaha perlu disandingkan dengan doa dan tawakkal. Karena jika salah satu itu tidak dilakukan berarti niat dan upayanya belum sempurna dan mantap," ungkapnya.
Penanganan pandemi Covid-19, sambung Kiai Hamid juga kurang lengkap jika hanya mengandalkan usaha lahiriah dan mengesampingkan usaha batiniyah.
"Seperti Covid-19 ini, jadi perlu menyeimbangkan 3 hal tadi (usaha, doa dan tawakkal) agar apa yang dilakukan mendapat pertolongan Allah," imbuhnya.
Momentum HUT RI ke-76 dan pergantian tahun hijriyah tersebut diisi dengan tausiyah yang disampaikan Wakil Rois Syuriah PCNU Kabupaten Probolingg, KH. Mas Safrijal Subadar.
"Penting sekali kita mengenang jasa ulama dan pahlawan yang telah membawa bangsa ini merdeka," terangnya.
Dengan mengingat dan menenang jasa para pejuang bangsa ini, kata KH. Safrijal akan menumbuhkan rasa nasionalisme sebagai salah satu kewajiban menjadi warga negara Indonesia.