nuprobolinggo.or.id - Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo, Jatim, Kiai Abdul Hamid mengajak pengurus masa khidmat 2020-2025 sering bertemu dan musyawarah. Dengan musyawarah, segala masalah bisa diselesaikan dengan baik.
Hal itu disampaikan Kiai Abdul Hamid saat memberikan sambutan di acara Pelantikan PCNU Kabupaten Probolinggo di Pondok Pesantren Al-Amin, Desa Tongas Kulon, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Minggu (24/1/2021).
"Mohon sering bertemu dan musyawarah. Dengan demikian semua masalah akan selesai dengan baik. Bila bersatu akan kuat dan bila kuat akan selamat," katanya di hadapan pengurus dan undangan yang hadir.
Ia juga meminta pengurus tidak membawa masalah pribadi ke dalam organisasi. Hal itu menurutnya sudah sering disampaikan Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo, Hasan Aminuddin. "Jangan saling menggunting dalam lipatan," pintanya.
Jika hal itu yang terjadi, pengurus tidak akan rukun dan tak bisa memajukan organisasi ke depan. "Jadi monggo sering bermusyawarah, sering bertemu," ajaknya.
"Sehebat apapun ketua, tanpa dukungan pajenengan semua, maka tidak akan tercapai yang diinginkan untuk organisasi," ujarnya.
Ia mengakui, pelantikan PCNU Kabupaten Probolinggo periode 2020-2025 beberapa kali ditunda. Usai mendapat SK dari PBNU, pihaknya menghadapi dilema. Antara melaksanakan pelantikan, dan reformasi pengurus MWC NU yang berakhir Desember 2020.
Kemudian atas saran wakil ketua tanfidziyah PWNU Jatim, KH. Ahsanul Haq, reformasi kepengurusan MWCNU didahukukan.
Usai mereformasi kepengurusan MWCNU, pelantikan direncanakan 20 Desember 2020. Tapi kasus Covid 19 meningkat tajam. Hingga agenda pelantikan PCNU Kabupaten Probolinggo ditunda sampai waktu yg belum ditentukan. (*)
Muhammad Iqbal