Probolinggo (IslamNu) Saking mendarahdagingnya kecintaan pemuda dan pemudi Jam'iyah Nahdlatul Ulama sebagaimana telah diajarkan oleh para pendahulu dan seniornya. Generasi kita kini tumbuh dengan pesatnya akan kecintaan pada organisasi besutan Hadrotus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari atas perintah gurunya Syaikhona Kholil Bangkalan dengan menyerahkan tongkat estafet melalui muridnya pula RKH. As'ad Syamsul Arifin Pengasuh Kedua Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Situbondo.
Nahdlatul Ulama sudah final menyatakan bahwa Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 bahkan menurut KH. Manimun Zuber nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu seakan mengingatkan kita pada negeri tercinta Indonesia. P = Pancasila, B = Bhinneka Tunggal Ika, N = NKRI dan U = Undang-Undang Dasar 1945.
Di hari lahirnya IPPNU misalnya, salah seorang Pengurus PC. IPNNU KABUPATEN PROBOLINGGO menuliskan di akun FB-nya "Selamat Hari Lahir IPPNU ke 63 semoga menjadi garda terdepan melahirkan tokoh-tokoh aswaja yang berkontribusi bagi agama, bangsa,Negeri"
#IlmukucariAmalkuberiUntukAgamaBangsaNegeri
#HARLAH #IPPNU63 #Pelajarkeren #Pelajarhijau #IPPNU#PCIPPNUKABPROBOLINGGO
Semua ini karena kecintaan kita pada organisasi yang telah melahirkan orang-orang besar di negeri ini. Semoga setiap gerak langkah, denyut jantung akan bernilai ibadah guna menyampaikan syiar di tengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Sekarang, besok dan selamanya NKRI adalah harga mati. Kita tetap Indonesia, Indonesia Bersatu, Berdaulat, berkeadilan dalam wadah kebhinnekaan. (Mp).