Keterangan Gambar : Logo HSN 2022 (Sumber: https://ditpdpontren.kemenag.go.id/artikel/unduh-logo-dan-filosofi-hari-santri-2022)
Semangat bulan Maulid 1444 Hijriyah dan
Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun ke-7 pada Oktober 2022 Masehi tahun
ini merupakan momentum spesial bagi santri dan semua umat Islam (Aswaja) di
Nusantara. Para Pemangku kebijakan dan seluruh santri, serta mayoritas Muslim dari
berbagai latar sosial pendidikan berlomba-lomba memeriahkan momentum tersebut
dengan beragam aktivitas sosial-keagamaan. Seperti pengajian umum, pembacaan
barzanji, kegiatan Webinar Nonton bareng (nobar) film ‘Sang Kyai’ dan lain-lain,
hingga aneka kegiatan dan lomba berbasis keagamaan.
Tidak mengherankan bila aneka macam grup
Sholawat baik yang tradisional dan atau modern semakin menggema dan membumi di Indonesia-Tanah Airku-Tanah Tumpah Darahku-dst.. Khususnya, bagi kalangan
organisasi masyarakat mainstream Aswaja (NU-Red) yang telah rutin
menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad Saw., secara turun-temurun sebagai
tradisi yang terus dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi berikutnya
semenjak masa Islamisasi Jawa (periode Walisongo).
Spirit peringatan kelahiran Nabi
Muhammad Saw., dan Hari Santri 22 Oktober 2022 tahun ini bertemakan “Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan” ini
menginspirasi ide-ide segar untuk kemaslahatan umat di tengah era milenial dan
atau era disrupsi media digital, di mana beragam informasi bermunculan di
media-media online lalu dikonsumsi
pengguna (User) dari kalangan
manapun. Sayangnya, sebagian informasi yang tersebar dan dikonsumsi berdasar
jejak digital Indonesia tahun 2021, terdapat 79 persen merupakan konten negatif
(www.timesindonesia.co.id, 15/06/2022)
Informasi atau konten positif perlu
ditingkatkan oleh semua User Media online (khususnya Duta Jurnalis NU di
seluruh Nusantara). Setiap konten yang disebar bisa memengaruhi para pembaca untuk
berbuat lebih baik dan lebih moderat. Dengan kata lain, inilah Dakwah bi al-Qalam (tulisan) yang paling
konkrit di era kekinian. Melalui momen kegiatan-kegiatan peringatan Maulid Nabi
1444 Hijriyah & Hari Santri ini, setidaknya bisa memberi banyak warna
positif bagi para pembaca media online.
Tulisan pewarta dan atau Duta Jurnalis Santri (NU) dalam
berupaya memberitakan dan menginformasikan beragam kegiatan kemeriahan
peringatan Maulid dan HSN merupakan E-Dakwah Digital. Mereka – para Duta
Jurnalis NU adalah Da’i-Da’iyah Kekinian yang penuh Daya, memberi kabar gembira kepada semua pembaca, dalam paradigma saling
Menjaga Martabat Kemanusiaan.
Karena itu, tidak mengherankan bila
organisasi massa terbesar di Nusantara ini terus berupaya melakukan sosialisasi
Informasi yang Sehat, Humanis dan Moderat, yang meneguhkan eksistensi Moderasi
Beragama dalam kebhinekaan dan mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI) ‘Harga Mati”; baik yang dilakukan oleh jajaran Pengurus Besar (PBNU), PWNU (Provinsi) hingga tingkat PCNU (Kota/kabupaten),
MWC (kecamatan) dan semua Banom dan Lajnah NU disemua tingkatan di seluruh
Nusantara.
***
PC LTNNU Kabupaten Probolinggo, Jawa
Timur, telah bersinergi dengan pemerintah daerah setempat melalui Diskominfo
Probolinggo, dalam setahun terakhir telah berupaya menyuguhkan konten-konten
positif kepada masyarakat luas dan penikmat media online dengan melakukan sosialisasi "Kelompok Smart Ekonomi Masyarakat Ketahanan Informasi di Era Digital"
yang diikuti oleh delegasi kader-kader muda NU, yang kemudian mereka dikenala
sebagai “Duta Jurnalis NU
Probolinggo”. Kegiatan yang dilakukan dua kali pada 19 Oktober dan 27 Oktober
2021 tersebut, sedikitnya sudah menghasilkan Kader Duta Jurnalis NU sekitar 40 orang Santri.
Kegitan tersebut dimaksudkan bukan hanya
untuk menciptakan Duta Jurnalis NU Probolinggo ‘yang Sadar’ sebagai pewaris para Ulama (Da’i-Da’iyah yang
berdakwah melalui Tulisan), melainkan juga membantu memberikan informasi
yang sehat, sesuai ideologi Aswaja. Bahkan mereka juga bisa berkontribusi dalam
semua aspek kehidupan. Mudah-mudahan Duta Jurnalis ini mengispirasi semua banom
dan lajnah di tempat lain, agar lebih memotivasi semua santri belajar berdakwah bi al-Qolam. Sebagaimana contoh yang
diteladankan Rasulullah Muhammad Saw., melalui surat (tulisan) kepada beberapa
raja (pemangku); dan atau para Kyai-Kyai Aswaja sejak pra kemerdekaan telah
menulis beragam karya yang bisa diwariskan bagi generasi berikutnya hingga
sekarang, dan seterusnya.
Momentum Maulid Nabi dan HSN bagi
kalangan Santri sejatinya merupakan implementasi potensi Santri sebagai Duta
jurnalis (Da’i Jurnalis) yang
moderat dan sekaligus sebagai mitra pemerintah. Misalnya, dalam mendukung
pelaku usaha (home industri) yang patut diapresiasi di tengah pertumbuhan
kondisi ekonomi masyarakat kita saat ini. Para Duta bisa menginformasikan atau
memberitakan produk/barang dari usaha-usaha (Mikro-Kecil-Menengah) para warga
masyarakat, baik yang sedang berkembang ataupun yang sedang dikembangkan di wilayah
kabupaten Probolinggo, dan atau di wilayah para Pembaca sekalian.
Salam Santri, Salam Komunikasi!
Penulis: Rekan Farhan
Dosen Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo,