Menakar Nasionalisme Momentum Resolusi Jihad NU dan Perang Khondaq Nabi SAW
Menakar Nasionalisme Momentum Resolusi Jihad NU dan Perang Khondaq Nabi SAW

Keterangan Gambar : Foto Rais Akbar NU, KH. Hasyim Asy

nuprobolinggo.or.id - TONGAS - Peran santri sangat menentukan atas berdirinya bangsa Indonesia, sebab sebelum dikeluarkannya resolusi jihad NU sekutu yang dipimpin Inggris dengan sangat angkuh menyebarkan berita akan membumihanguskan Kota Surabaya dan sekitarnya.

Atas ancaman itu Rais Akbar NU, KH. Hasyim Asy’ari mengadakan pertemuan dengan wakil-wakil cabang NU di seluruh Jawa dan Madura yang ditempatkan di Surabaya sekaligus mengeluarkan resolusi jihad tanggal 21-22 Oktober 1945 sebagai perlawanan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Adapun isi resolusi tersebut yaitu berperang menolak dan melawan penjajah adalah fardhu (wajib) 'ain bagi setiap umat muslim di Indonesia. 

Kewajiban berperang itu terlebih ditujukan bagi warga muslim yang berada dalam radius 94 km dari kedudukan musuh (di Kota Surabaya).

Jika kita melihat peristiwa penting dalam sejarah Islam yang mugkin juga sebagai penentu dan berkembang majunya agama Islam di era Rasulullah SAW bahwa; diawal-awal tumbuhnya islam tepatnya pada tahun ke-4 Hijriyah telah terjadi perang Khondaq (Parit) atau istilah lain juga disebut perang Ahzab (bersekutunya kafir Quraisy Mekkah dan bangsa Yahudi Madinah).

Seperti dikutip dari Sirotul Musthofa karangan H.M.H. Al-Hamid Al-Husaini, Persekutuan itu terjadi disebabkan hasutan orang Yahudi Madinah dari Bani Nadhir dan Bani Wa’il yang menemui orang kafir Quraisy Mekkah untuk bersekutu melawan kaum Muslim Madinah sampai-sampai dalam peperangan tersebut orang islam mengalami cobaan yang sangat berat yang digambarkan dalam Al-Qur’an (Surah Al-Ahzab 9-11).

يأيها الذين أمنوا اذكروا نعمة الله عليكم إذجاء تكم جنود فأرسلنا عليهم ريحا وجنودا لم تروها, وكان الله بما تعملون بصيرا. إذجاءوكم من فو قكم ومن أسفل منكم وإذ زاغت الأبصار وبلغت القلوب الحناجر وتظنون باالله الظنونا. هنالك ابتلي المؤمنون وزلزلوا زلزالا شديدا. (الأحزاب9-11)

"Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah yang dikaruniakan kepada kalian, ketika bala tentara datang (hendak menyerbu) kalian, kemudian kami kirimkan angin tofan dan tentara yang tidak dapat kalian lihat (yakni para malaikat). Allah maha mengetahui apa yang kalian lakukan. Ketika (bala tentara musuh) datang dari atas dan bawah kalian (dari bukit-bukit dan dari lembah-lembah) sehingga pandangan mata kalian (ketika itu) tidak mantab, hati kalian (demikian cemas dan getar) dan (dada kalian) menyesak sampai ke tenggorokan. (ketika itu) kalian dicekam purbasangka yang bukan-bukan terhadap Allah. Disaat itulah orang-orang beriman diuji sehingga hati mereka tergoncang hebat. (QS. Al-Ahzab: 9-11). 

Menafsir nalar atas dua kejadian bersejarah itu, pertama mempertahankan negara melawan dan menolak penjajah di Indonesia sehingga lahir Resolusi Jihad NU 22 Oktober 1945 dan kedua, menahan serta menolak serangan sekutu Yahudi Madinah dan kafir Quraisy Mekkah sehingga terbentuklah parit yang besar atas saran Salman Alfarisi RA, merupakan sebuah bentuk cinta negara dan nasionalisme yang dilakukan Rasulullah dan Rais Akbar NU KH. Hasyim Asy'ari dalam mempertahankan kemerdekaan sebuah negara. (Aly Thoyyib).