Probolinggo (IslamNu) Dihadiri Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo, Drs. H. Hasan Amiuddin, M.Si Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Probolinggo, menggelar acara Bakti Sosial Pra DiklatSar Banser tahun 2016 yang bertempat di Gedung Pandek, Tamansari Kecamatan Dringu, Kamis, 11 Agustus 2016.
Acara tersebut dimeriahkan dengan pembacaan Sholawat Simtutduror oleh PC. Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Ansor Kabupaten Probolinggo.
Muhlis, Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor, menargetkan 1000 anggota Barisan Serbaguna (Banser) bisa terpenuhi di tahun 2017 nanti, sebagai persiapan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sementara saat ini personel Banser Kabupaten Probolinggo sudah berjumlah 644 anggota. Dan untuk mencapai target 1000 Banser, Muhlis berasumsi tiap-tiap Sat-koryon harus memiliki minimal 100 anggota.
Selain itu, “Banser merupakan garda terdepan untuk menghadapi MEA”, Banser sebagai bagian dari masyarakat merupakan badan otonomo (Banom NU) dan harus siap melindungi seluruh kepentingan warga pribumi dari pengaruh asing yang masuk ke NKRI, utamanya kabupaten Probolinggo, ungkapnya.
Selama tiga hari tiga malam, sebanyak 208 calon anggota Banser akan mengikuti Diklat di Pulau Gili-Sumberasih, sebagai pembentukan karakter dan mentalitas anggota Banser sebagai “Barisan Pemuda Penegak Ajaran Agama Islam dalam membentengi NU dan menjaga keutuhan NKRI”, ungkapnya.
“Diklatsar yang akan digelar di Pulau Gili, nantinya akan dijadikan momentum kebangkitan Banser Kabupaten Probolinggo dalam upaya melakukan pemerataan pembangunan dan melindungi kepentingan NKRI” sebagaimana ditambahkan oleh Adimas Lutfi Hidayat, Ketua Satkorcab Banser Kabupaten Probolinggo.
Dalam arahannya H. Hasan Aminuddin, Mustasyar PCNU kabupaten Probolinggo mengungkapkan bahwa MEA merupakan tantangan berat Bangsa Indonesia, kita harus bisa berkompetisi dan bersaing dengan hadirnya para pekerja asing di negeri ini nantinya.
Ia mengungkapkan : “Kita tidak boleh kalah di tanah sendiri, apalagi jika harus bersaing dengan warga asing". Ini mungkin satu ungkapan yang memberikan motivasi kepada para pemuda untuk terus bangkit dalam berbenar bahwa mencintai NKRI harus disipakan dengan mental, karakter dan pengetahuan yang matang dan handal. (Mp).