PCNU Probolinggo Turutserta Hadiri Kongres II PERGUNU Pacet Mojokerto
PCNU Probolinggo Turutserta  Hadiri Kongres II PERGUNU Pacet Mojokerto

Jatim (IslamNu) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo tidak mau ketinggalan untuk menghadiri Kongres II Pergunu di Pacet Mojokerto Jawa Timur, kemarin (27/10).

Choirul Ishaq, SH, Sekretaris PCNU Probolinggo bersama M. Mujib, Ketua PC Pergunu juga ditemani beberapa orang lainnya berkesempatan hadir mengikuti acara dimaksud dengan tujuan untuk menambah wawasan kebangsaan serta perkembangan terkini menyangkut situasi bangsa dan negara terutama kaitannya dengan pendidikan yang ada di Indonesia.

Kongres Pergunu yang bertempat di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto ini merupakan Kongres ke-2. Mustasyar PBNU yang sekaligus Penasehat Pergunu, KH As'ad Said Ali yang didampingi Ketua Umum PP Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim, Katib Syuriyah PBNU KH M. Mujib Qulyubi tanpak hadir di tengah-tengah para Pimpinan Pergurus Pergunu. Dan Yang menggembirakan acara ini juga dihadiri Menteri Agama RI, Bpk Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Sosial RI, Ibu Khofifah Indar Prawansa.

Dalam sambutannya, KH As'ad Said Ali mengingatkan para Guru Nahdlatul Ulama tentang bahaya liberalisme.

Para guru Nahdlatul Ulama harus bisa mengendalikan bahaya liberalisme yang berkembang saat ini. Globalisasi jangan diartikan kita mau berkiblat ke dunia Barat, namun sebagai orang Nahdiyin bisa terus menjaga sopan santun kepada sesama.

Menurutnya, Liberalisme Barat, merupakan penjajahan bagi masyarakat Indonesia. Bila dibiarkan, masyarakat akan terbawa pada perilaku, pola pikir, dan berpakaian seperti masyarakat Barat.

Liberalisme dalam tahap tertentu bisa berwujud perbedaan pemahaman. Dalam menghadapi Liberalisme, guru-guru NU harus mengedepankan toleransi agar tidak timbul perpecahan.

“Namun untuk kalangan sendiri (Nahdliyin, santri, dan murid NU) harus ditegaskan bahaya serta peringatan agar tidak terbawa kepada kelompok liberal,” ucap penulis buku Al-Qaeda ini.

Kita harus tampil dengan menggunakan karakteristik NU yang tampil sebagai penengah dan pemberi solusi dalam setiap menghadapi problematika hidup. Mengenai radikalisme yang menyebabkan wajah Islam terlihat eksklusif dan kaku, maka kita harus bersikap wasathiyah, moderat, sebagai penengah antara liberalisme dan radikalisme.

Mengedepankan ajaran agama bagi kita merupakan keharusan. Dimana ketentuan Al-Qur’an, Hadits, ijma, dan qiyas sebagai rujukan Ulama NU menjadi pijakan serta terus menegakkan “Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah dan Ukhuwah Basyariyah” agar situasi damai senantiasa berjalan terukur seiring perkembangan zaman.

Dan acara ini juga berhasil memilih DR. KH. Asep Saifudin Chalim sebagai Ketua Umum PP. Pergunu Masa Khidmat 2016-2021, semoga akan membawa manfaat dan berkah bagi dunia pendidikan dan kalangan akademisi pendidikan kedepan. (Mp).