nuprobolinggo.or.id -WONOMERTO- Pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Raudlatul Hasan, Desa Kareng Kidul, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Kiai Syuhada Nashrulloh mengajak masyarakat menghidupkan malam-malam Ramadan.
Antara lain dengan cara tadarus Al-quran di masjid, musala terdekat atau di rumah masing-masing. Terutama pada 10 terakhir dari bulan penuh berkah tersebut.
Imbauan tersebut disampaikan Kiai Syuhada dalam pengajian umum dalam rangka Peringatan Nuzulul Quran yan digelar di Pondok Pesantren Syuhudul Minnah, Desa Kareng Kidul, Kecamatan Wonomerto, Senin (10/4/2023) malam.
"Malam-malam 10 terakhir di Bulan Ramadan ini agar lebih giat lagi tadarus Al-quran," katanya saat memberi sambutan.
Pengajian diawali dengan pembacaan shalawat nabi oleh jam'iyah hadrah. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan mau'idhah hasanah.
Amalan Utama 10 Terakhir Ramadan
Dikutip dari portal NU Online, menurut Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in terdapat tiga amalan yang mesti dilakukan pada sepuluh akhir Ramdhan.
Pertama, memperbanyak sedekah, mencukupi kebutuhan keluarga, dan berbuat baik kepada kerabat dan tetangga. Seseorang bisa menyediakan buka puasa semampunya bagi orang yang puasa, meskipun sekadar memberi segelas air.
Kedua, memperbanyak membaca Al-quran. Membaca Al-Qur’an disunahkan kapanpun dan di manapun selain tempat dilarang membaca Al-quran, seperti toilet.
Dalam penjelasan Imam An-Nawawi, membaca Al-Qur’an di akhir malam lebih utama daripada awal malam. Pendapat ini juga dikemukakan Abu Bakar Syatha yang mengatakan bahwa membaca Al-Qur’an di malam hari lebih baik daripada siang hari karena lebih fokus.
Ketiga, memperbanyak i’tikaf. Hal ini sesuai dengan kebiasaan Rasulullah yang meningkatkan ibadah dengan cara beri’tikaf di masjid pada sepuluh akhir Ramadan. (Sholehuddin)