Perjuangan Amir, Pelajar NU Inspiratif Yang Blusukan Ke Pelosok Desa Demi Tingkatkan Literasi Anak
Perjuangan Amir, Pelajar NU Inspiratif Yang Blusukan Ke Pelosok Desa Demi Tingkatkan Literasi Anak
nuprobolinggo.or.id- Rendahnya minat baca di Era digitalisasi saat ini menjadi pusat perhatian bagi siapapun. Hal ini yang mendasari Muhammad Amir Hamzah blusukan ke pelosok desa di Kabupaten Probolinggo untuk meningkatkan literasi anak.

Pengabdian tersebut di lakukannya sendiri. Cara tempuhnya adalah berkeliling ke pelosok desa, membawa paket buku bacaan untuk semua kalangan. Terutama anak-anak desa.

Di ketahui Amir adalah pelajar NU Kecamatan Tongas, dan sampai saat ini masih menjabat sebagai wakil ketua II Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) Tongas.

Selain itu, Amir juga masih aktif sebagai mahasiswa semester 7 Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Universitas Negeri Surabaya. 

Namun, lebih dari itu tak menyulutkan semangat Amir untuk terus melakukan pengabdian. Setiap hari, pemuda kelahiran Probolinggo, 08 Oktober 1999 ini harus berkendara puluhan kilo ke pelosok desa. Sambil membawa buku bacaan ke desa yang sangat minim literasi. Salah satunya adalah Desa Bayeman Kecamatan Tongas dan Desa Pohsangit Tengah Kecamatan Wonomerto.

Begitu sampai di rumah warga yang dituju, Amir langsung membagi-bagikan buku bacaan kepada anak-anak desa setempat. Saat itu juga, mereka belajar, dan membaca bersama seputar buku bacaan yang dibawa Amir.

Amir menamai kegiatan ini sebagai rumah baca cahaya. “Saya ingin menebarkan semangat membaca kepada anak-anak desa. Sesuai dengan namanya, setelah membaca buku yang merupakan jendela dunia, anak-anak ini mendapat cahaya penerang tentang indahnya dunia,” katanya, Minggu (28/11/2021)

Dipilihnya desa tersebut sebagai sasaran Amir untuk mengedukasi anak adalah karena desa tersebut sangat terpencil, minim literasi, dan sulit akan jaringan internet.

Hal ini mendapatkan respon positif dari beberapa orang tua yang anaknya di ajari oleh Amir. "Alhamdulillah saya sangat senang, anak-anak bisa belajar dengan buku yang di sediakan oleh kak Amir. Semoga anak kami nantinya bisa pintar dan cerdas" kata salah seorang wali murid yang di ajarkan Amir.

Siapa sangka juga, di balik perjuangan Amir meningkatkan literasi di daerah pelosok ini. Amir adalah seorang pencari kerang di Pantai Jaringan, Tongas.

Setiap siang hari, dia berangkat dari rumahnya. Sambil membawa jaring dan alat tangkap lain, Amir menyusuri Pantai Tongas. Saat air surut, saat itulah dia menggali pasir untuk mendapatkan binatang laut ini.

Pekerjaan inilah yang kemudian menjadi pemicu baginya untuk menebarkan semangat kepada anak-anak di pelosok desa. “Saya hanya tidak ingin masa muda anak-anak dihabiskan dengan berleha-leha dan santai. Namun harus bekerja keras untuk menggapai cita-cita. Salah satunya melalui giat membaca,” terang Amir.

Dari hasil penjualan kerang itulah Amir manfaat man senavai modal tambahan untuk memfasilitasi anak-anak di desa. Khususnya dalam pembelian buku baru, dan lain-lain.

Amir mengatakan bahwa motivasi ia membentuk rumah baca ini adalah setiap aksara yang di ajarkan pada anak-anak, khususnya di pelosok desa. Akan lebih terasa dan kuat ingatannya. Sembari mencetak bibit-bibit pemimpin bangsa di masa mendatang.

"Harapan saya kedepannya adalah semoga ada ukuran tangan berupa donasi materi maupun buku, khususnya buku-buku islami. Apalagi buku NU, agar mereka bisa mengenal Islam dari organisasi yang sejuk" Harap Amir warga asal Desa Bayeman Kecamatan Tongas tersebut kepada tim media.