Probolinggo Terus Suarakan Kerukunan Umat Beragama
Probolinggo Terus Suarakan Kerukunan Umat Beragama

Kab. Probolinggo (IslamNu) Adanya perbedaan agama di bagian selatan Probolinggo, khususnya kawasan suku tengger tidak menjadi masalah yang berarti bagi perkembangan keamanan dan sosial kemasyarakatan, begitu pula di daerah lain kabupaten yang masuk area tapal kuda ini.

Baru baru ini, masyarakat Hindu Tengger, melaksanakan salah satu upacara KASADA, yang dihadiri oleh ribuan masyarakat Probolinggo sendiri bahkan para wisata dari manca negara.

Kerukunan masyarakat tengger lereng gunung Bromo masih utuh untuk saling menghormati antara adat agama yang berkembang di masyarakat tengger, rasa kepedulian di antara satu dengan yang lain sangat erat hubungan kekeluargaannya, saling menjaga kebersamaan, hidup gotong royong dan damai.

"Kerukunan umat beragama di mssyarakat suku Tengger masih nampak sangat utuh, mereka hidup berdampingan meskipun berbeda agama dan keyakinan".

Mereka mampu memelihara kerukunan dan keharmonisan beragama. Hal ini disebabkan karena mereka memiliki adat istiadat dan tradisi tengger yang mampu menyatukan mereka dan menguatkan solidaritas di antara mereka.

"Hubungan sesama maupun antar umat beragama berjalan dengan baik karena adanya sikap tolenransi dalam bermasyarakat", sebagaimana disampaikan Sutiyono, tokoh agama setempat saat mendampingi tamu Kepala Puslitbang Lektur dan Khazana Keagamaan Kemenag RI yang didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Bahkan pada saat berkunjung ke Suku Tengger gunung Bromo tersebut beliau sempat membahas "Pelestarian Kerukunan Umat Beragama", dan Alhamdulillah Probolinggo tetap kondusif hingga sekarang. (Mp)l.