Sebagai Gerakan Cinta Tanah Air GP. Ansor Probolinggo Gelar Tiga Hari Besar Nasional
Sebagai Gerakan Cinta Tanah Air GP. Ansor Probolinggo Gelar Tiga Hari Besar Nasional

Probolinggo (IslamNu) Benar-benar satu malam istimewa bagi kalangan pemuda, dimana malam ini, Jum’at, 10/11/2017) tiga kegiatan besar dilaksanakan sahabat gerakan pemuda Ansor kabupaten Probolinggo dalam satu momen : “ Resepsi Hari Santri Nasional, Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan”.

Lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan “Yahlal Wathan” mengawali serentetan mutiara indah Tari Khas Aceh, dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada Kapolres Probolinggo Fadli Samad, Komandan Kodim 0820, Anggota DPR-RI Komisi VIII Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, tidak lepas pula penyerahan penghargaan kepada santri teladan nasional atas prestasi film pendek antar pesantren se Indonesia, penghargaan Ansor teladan tingkat kabupaten atas prestasi pemberdayaan masyarakat kabupaten jatuh pada pengurus Ansor kecamatan Krejengan menyusul kemudian beberapa kecamatan yang lain. Abdul Basir juga mendapat penghargaan sebagai Banser teladan paling aktif se kabupaten.

Muhlis PC. Gerakan Pemuda Ansor menyatakan “Saat ini kita sedang diterpa bencana fitnah, sebagai generasi setumpah dan seperjuangan terlahir untuk menjaga tradisi NU, mengamankan para kiai-ulama dalam menjaga nusantara dan NKRI.”

Sedikitpun jangan pernah melupakan sejarah. Buku-buku sejarah perlu dikaji ulang dimana ribuan pejuang hizbullah bersama sama dengan pejuang lainnya untuk merebut kemerdekaan dari penjajah negeri. Kita berterimakasih kepada Presiden dan kabinet kerjanya yang telah meletakkan Hari Santri Nasional dengan keputusannya. Selanjutnya HSN bisa diaplikasikan dalam semangat nkri, kita kawal para kiai dan ulama, jaga marwah nahdlatul ulama. Ansor dan Banser akan tetap berada di garda depan sebagai santri Hadrotus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari. NKRI bukan dibuat mendadak, tetapi dari darah para pejuang dan santri. Karena dalam pandangan kita; “Di muka bumi ini, tidak ada jabatan yang harus dipertahankan mati-matian selain kekuatan tabah dan sabar”.

Jika ada yang mencaci maki para ulama, “Doktrin kita satu rapatkan barisan, amankan para kiai-ulama, demi menjaga marwah NU dan keutuhan NKRI dan motto kita Nsionalisme Santri untuk Negeri”, ulasnya.

PP. GP Ansor Alfa Isnaini dalam sambutannya; Hanya di era ini santri betul betul diakui eksistensinya, dengan keputusan presiden Jokowi atas penetapan HSN. Sungguh tidak terlalu kita mendengar pengakuan santri disebut sebut secara nasional selain di era Bpk Jokowi. Peran santri seperti KH. Hasyim Asyari, Bung Tomo dan yang lain perlu adanya pengakuan. Saatnya kiai belajar dari sejarah, 28 Oktober 1945 sebagai hari Sumpah Pemuda, dan 10 Nopember 1945 hari pahlawan. Adanya TNI berawal dari para pejuang islam seperti laskar Hizbullah yang komandan-komandannya waktu itu adalah para kiai dan baru memasuki 1950 terbentuklah Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Perjuangan Ansor dan Banser dalam posisi perjuangan untuk negeri, bangsa dan negara dan Itba' pada perjuangan para ulama kala itu, yang gajinya biarlah Allah yang akan mencukupi, jelas Alfa Isnaini.

H. Hasan Aminuddin Anggota DPR-RI Komisi VIII yang sekaligus Musytasar PCNU Kota Kraksaan dan Probolinggo, Penasehat PP, PW dan PC Gerakan Pemuda Ansor mengupas “Tiga pilar jihad NU” sebagai Jasmerah lahirnya Nahdlatul Ulama”. Ketiga pilar tersebut adalah; Nahdlatul Wathan, kebangsaan tanah air, Nahdlatut Tujjar (kebangkitan ekonomi) dan Nahdlatul Afkar (kebangkitan pola fikir). Sebagai warga NU wajib hukumnya untuk tetap mengamalkan aqidah an-Nahdliyah dan yang saat ini menjadi warna sebagai solusi dalam sebuah problem kebangsaan. Saatnya berbuat bukan beretorika seperti melakukan pemberdayaan Khatib 500 pertahun untuk kemudian di tempatkan di masjid-masjid Badan Usaha Milik Negara (BUMN), rincinya. Para pendahulu sudah jauh pola fikirnya, dari cinta negeri (tanah air) kemajuan ekonomi hingga strategi pemikiran sudah tuntas dibahasnya. Selanjutnya generasi sekarang bagaimana untuk mewujudkannya; jawabnnya rapatkan barisan konkritkan tujuan gapai dengan kebersamaan. Selanjutnya Hasan mengulas tuntas issu-issu terkini di tingkat regional maupun nasional. (Mp).