Silaturrahim Ulama Umaro Probolinggo Dihadiri Anggota DPR-RISilaturrahim Ulama Umaro
Silaturrahim Ulama Umaro Probolinggo Dihadiri Anggota DPR-RI

Kab. Probolinggo (IslamNu) Anggota DPR-RI Komisi VIII Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si hadir dalam acara Halal bihalal dan Silaturrahim Ulama-Umaro di kecamatan Krejengan. Kehadiran Mustasyar PCNU Kota Kraksaan dan Kabupaten Probolinggo ini, selain untuk memberikan orasi ilmiyah seputar ngaji kebangsaan bagi warga masyarakat Probolinggo juga melantik pengurus MWCNU Kecamatan Krejengan.(7/8/2017).

Turut hadir sejumlah anggota DPRD, Kepala Kemenag H. Santoso, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Probolinggo KH. Abdul Wasik Hannan, jajaran Forkopimka Krejengan; Camat Krejengan Rahmad Hidayanto, Kapolsek AKP Suparyono, DanRamil 0820/13 Krejengan, Kapten Inf Sumarsono. Ketua Apdesi Jawa Timur, Rekso Ijoyo, dan Ketua Apdesi Kabupaten Probolinggo Nurul Huda, para Kades, Toga-Tomasy serta ribuan masyarakat setempat.

Budaya halal bi halal di Indonesia sudah ada sejak tahun 1948 paska Kemerdekaan Indonesia. Ada hal yang meresahkan Presiden RI pertama Bapak Ir. Soekarno, dimana kala itu mulai tumbuh gesekan-gesekan antar suku yang diakibatkan perbedaan ras dan budaya, ini cukup mengkwatirkan munculnya disintegrasi bangsa.

Salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama KH. Wahab Chasbullah mengetahui adanya kegelisahan Sang Presiden akhirnya beliau mengusulkan untuk diadakannya halal bihalal sebagai upaya untuk menyatukan kembali segala perbedaan yang ada. Syukur, Alhamdulillah melalui temu Ulama-Umaro’ (halal bi halal) atas usulan Kiai Wahab Indonesia bisa terhindar dari perpecahan hingga saat ini.

“Inilah potret kebangsaan kita, meskipun tidak satu warna seragam namun tetap dalam satu naungan bendera merah putih, “ jelas Mustasyar PCNU Kraksaan - Probolinggo ini.

Halal bi halal merupakan salah satu budaya Indonesia yang hingga kini animo masyarakat masih sangat tinggi. Kita tetap istiqomah bangun sinergitas Ulama – Umaro bersama seluruh komponen masyarakat Probolinggo sebagai teladan bagi generasi muda di tengah lunturnya budaya kebangsaan Indonesia dewasa ini, tambah Hasan.

“Kebaikan yang dilakukan secara kolektif, akan lebih mudah dan maksimal dalam meningkatkan moralitas generasi muda kita”. Bupati dua periode ini menghimbau semua tenaga pendidik terus berkomitmen bersama menyikapi merosotnya dekadensi moral kaum muda dengan merubahnya dengan peningkatan intelektualistas mereka yang agamis. Selain keteladanan orang tua, para pendidik diharapkan juga menjadi teladan bagi anak didiknya. (Mp).