Sosok Yayak, Ketua Cabang PMII Probolinggo Terpilih
Sosok Yayak, Ketua Cabang PMII Probolinggo Terpilih

Konferensi Cabang (Konfercab) XVI PMII Kabupaten Probolinggo di kantor MWCNU Paiton, Senin (14/09/2021) menetapkan Zia Ulhaq sebagai Ketua Cabang PMII Probolinggo.

Pria yang biasa disapa Yayak ini terpilih secara aklamasi. Sebanyak 20 komisariat dan rayon sepakat menetapkan kader Komisariat PMII Nurul Jadid ini sebagai nahkoda PC PMII Probolinggo periode 2021-2022.

Pria kelahiran Bondowoso ini memiliki visi "PMII Probolinggo Berkarya dan Mengabdi". Disertai beberapa langkah-langkah yang akan terjadi di bawah kepemimpinan Yayak.

Salah satunya, dalam mencapai cita-cita luhur organisasi, penguatan SDM pengurus cabang adalah salah satu bahan bakar. "Dimulai dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia secara kolektif setiap struktur," ujarnya.

Tak hanya itu, ia akan menyinergikan PC PMII Probolinggo dengam setiap elemen masyarakat dan stakeholder. "Agar terjalin hubungan baik." Hal tersebut menurutnya, PMII Probolinggo adalah mediator dalam membangin kedaulatan masyarakat.

Penguatan intelektual juga menjadi garapan yang tak luput dari instrumen Yayak setahun ke depan. Nalar kritis, responsif, dam solutif dalam menyikapi isu yang berkembang mesti tertanam di setiap kader. 

"Iklim intelektual harus terbangun," katanya. Keberadaan wadah-wadah diskursus menjadi penting, menurutnya, dibudayakan. "Sebab kesadaran akan bertumbuh ketika pengetahuan bertambah," imbuhnya.

Di samping itu, hasil dari diskursus-diskursus tersebut, lanjutnya, mesti bermanfaar bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa PMII harusnya berpihak pada kaum mustad'afin. "Itu idealisme PMII." Yayak melihat bahwa cita-cita PMII mesti diimplementasikan secara nyata. "Nilai-nilai PMII bukan pemahaman yang bisu dan buta dalam melihat realitas," tegasnya.

"Mestinya itu dipahami secara kritis dan menyentuh. Pendidikan, advokasi, serta pengorganisiran dalam membela petani, nelayan, serta dan kaum mustad'ain merupakan usaha untuk mengembalikan marwah dan semangat PMII dan meninggalkan seluruh label-label kemapanannya sebagai intelektual menara gading," ujarnya.

Akan tetapi, Yayak menilai, mimpi dan cita-cita itu juga memerlukan sokongan semua kader PMII Probolinggo.

"Saya hadir untuk seluruh kader," ungkapnya. Maka dari itu, ia berharap, nama besar PMII mesti dirawat bersama. "Sebab tak ada yang tak pasti jika bergerak bersama," harapnya. (*)