Probolinggo (IslamNu) Memberikan presentasi dalam Seminar Guru Aswaja MI, Ketua Aswaja NU Center Kab. Probolinggo, Teguh Mahameru Zainul Hasan mengajak para guru untuk terus meningkatkan kualitas. "Kita dalam kondisi darurat akidah saat ini," katanya. "Di era keterbukaan ini, berbagai aliran berkembang di Indonesia. Tidak semua aliran itu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya." terangnya. (21/5).
“Ia menambahkan bahwa hanya dengan peningkatan kualitas, guru Aswaja dapat terus meningkatkan perannya sebagai benteng akidah warga NU.”
Menurutnya, Aswaja tidak cukup hanya sebagai mata pelajaran di sekolah dan madrasah NU. lebih jauh Aswaja adalah karakter yang harus didedikkan pada seluruh siswa. "Karakter Islam ala Aswaja NU harus menjiwai setiap mata pelajaran." paparnya.
Lebih lanjut, alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya ini menerangkan bahwa dalam rangka pendidikan karakter Aswaja ini, semua stakeholder madrasah harus terlibat aktif. "Semua harus terlibat, guru Aswaja sebagai pelopornya. Ini bukan semata-mata untuk eksistensi NU, tetapi juga demi kepentingan bangsa dan negara ." imbuhnya.
Diakhir pasarannya, Teguh menekankan agar nilai-nilai Islam Aswaja seperti tawassuth, tasamuh, tawazun dan i'tidal benar-benar dididikkan pada para siswa. "Untuk itu perlu ada keteladanan yang kontinyu dari semua fihak." katanya.
Dalam dialog, peserta meminta segenap perangkat NU yang berkompeten untuk meningkatkan pembinaan bagi guru-guru NU. Teguh menyatakan kesanggupan untuk mengkoordinasikan dengan LP Ma’arif dan Pergunu.
Selanjutnya perlu mengaktualisasikan kembali pembelajaran Aswaja di lembaga pendidikan Islam, sehingga para guru sudah siap dengan upaya tersebut. Menanamkan aqidah yang benar kepada anak didik di mulai sejak dini. (Mhz).