Untuk Syiar, Jangan Malu Memajang Logo dan Bendera NU!
Untuk Syiar, Jangan Malu Memajang Logo dan Bendera NU!

nuprobolinggo.or.id -Pesan Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar untuk memajang logo dan bendera Nahdlatul Ulama (NU) untuk keperluan syiar, mulai digalakkan di Kabupaten Probolinggo.

Di daerah pegunungan, Rois MWCNU Sumber, Kiai Zainul Kirom mengajak semua pengurus MWC hingga ranting NU se-Kecamatan Sumber agar tak malu memajang logo jam'iyyah yang didirikan KH. Hasyim Asy'ari itu.

Seruan itu disampaikan di acara pelantikan dan pengambilan sumpah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Sumber, Ahad (7/11/2021).

Pelantikan PRNU ini, dikemas bersamaan dengan turba PCNU Kabupaten Probolinggo dalam rangka Silaturrahim dan Konsolidasi Jam'iyyah Menuju 1 Abad Nahdlatul Ulama.

Katib PCNU Kabupaten Probolinggo, KH. Mukhlis Karim; Ketua PCNU, Kiai Abdul Hamid; Wakil Ketua, HM. Rofiq, dan sejumlah pengurus PCNU hadir dalam acara tersebut.

"Untuk syiar, jangan malu-malu memajang logo NU dan bendera NU jika ada acara di lingkungan kita. Apalagi pengajian umum, acara sarwah atau bahkan kepaten," kata Kiai Zainul Kirom di acara tersebut.

Kiai Zainul Kirom mengatakan, pesan itu berulang-ulang disampaikan KH. Marzuki Mustamar. Termasuk ketika PWNU Jatim turba ke PCNU Kabupaten Probolinggo, Sabtu (6/11/2021).

Berjuang di NU Banyak Berkahnya

Pada kesempatan yang sama, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Abdul Hamid berpesan agar tokoh NU tidak pernah lepas dan melupakan orang tua, para guru, termasuk Muassis (Pendiri) Jam’iyyah Nahdlatul Ulama dalam berdoa.

"Jasa-jasa mereka sangat besar dan hingga saat ini kita rasakan. NU organisasi yang didirikan Ulama," katanya.

Sebagai organisasi yang didirikan ulama, setiap perjuagan di dalamnya mengandung banyak berkah.

"Marilah tetap semangat dalam berjuang di Jam’iyah ini karena barokahnya jelas dan semoga anak- anak kita kelak diberikan kemuliaan dengan menjadi anak-anak yang sholih-sholihah oleh Allah untuk terus berkhidmat dan berjuang mensyiarkan Islam yang moderat," pesannya.

"Kita niati untuk meneruskan perjuangan pada masyayikh dan apa yang kita lakukan semata-mata karena Allah," lanjutnya. (Ansori)