Probolinggo, 8/3/2018 (IslamNusantara) Mengawali sambutannya Pimpinan Cabang PERGUNU Kabupaten Probolinggo Abd. Mujib menyatakan bahwa PERGUNU baik yang berada di PP, PW maupun PC sebagai Badan Otonom Nahdlatul Ulama. Jadi Persatuan Guru Nahdlatul Ulama menjalankan amanah NU terkait kebijakan bidang pendidikan bersama LP. Ma’arif di wilayahnya, sebagaimana PGRI, PGMI, PGDI dan lembaga lain yang peduli pendidikan sehingga akhirnya dapat meningkatan sumber daya manusia dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, urainya.
Secara etik, Pergunu menjadi landasan moral dan pedoman tingkah laku profesi yang harus dijunjung tinggi dan diamalkan oleh setiap guru NU sebagaimana tertuang dalam peraturan organisasi ini. Mujib juga menjelaskan makna lambang yang dipakai oleh Banom ini; seperti Bola dunia, melambangkan akan sikap dan watak yang membumi dan lebih mengutamakankepentingan masyarakat dari pada kepentingan golongan. Buku terbuka dengan pena tegak, memiliki arti komitmen profrsionalitas dan sikap keterbukaan, sementara Bintang sembilan melambangkan 1 yang besar sebagai simbol Nabi Muhammad Saw., 4 bintang di sebelah kanan Sahabat Khulafaur Rosyidin, 4 bintang di sebelah kiri menganut 4 madzhab. Jati diri Perguru tertulis dalam dirinya, sebagaimana kebulatan tekad dan pengabdian para guru NU terlintas dalam ketebalan lingkaran yang mengelilinginya.
Apresiasi datang dari Kepala Kankemenag H. Santoso, S.Ag. M.Pd dalam ulasannya, Kerjasama Kemenag dengan Pergunu memang harus dilakukan demi untuk saling menopang satu sama lainnya, antara kementerian dengan lembaga maupun organisasi yang memang berafiliasi pada pendidikan keagamaan. Karena kondisi akhlak anak-anak sekarang ini semakin memprihatinkan, degradasi moral perlu penangan khusus agar mereka kelak menjadi generasi ulung, berilmu dan beradab. Kondisi masyarakat kita saat ini jauh berbeda bilamana dibandingkan dengan kehidupan kita dahulu.
“Sinergitas semua lini dan stakeholder sangat dibutuhkan guna memberikan bimbingan, pendidikan dan pengawasan kepada anak-anak baik di dunia pendidikan maupun di masyarakat”, tandasnya.
Di saat yang sama Ketua PC. PERGUNU menyerahkan taliasih berupa Seragam PERGUNU kepada Kepala Kankemenag Bpk H. Santoso, S.Ag. M.Pd dan Ketua Pokjawas H. Buardi, MM. Selain Pengurus Pokjawas giat yang digagas oleh Pengurus KKMI-KKGMI Sumberasih - Dringu ini juga dihadiri Kepala KUA setempat H. Syuhada’, M.Pd. Setelah pembukaan kegiatan Workshop IT Pembelajaran dilaksanakan oleh Pengurus Pokjawas dan Pergunu. Semoga kegiatan yang dilaksanakan di MI. Al-Islamiyah Sumberasih ini dapat membangkitkan semangat juang bagi para pendidik dalam rangka meningkatkan kapasitas ilmiahnya guna mengembangkan metodologi dan sistem pengajaran yang komprehensip kepada anak didiknya. (Mp/Zul).