Pemkab gelar tasyakuran pemberangkatan calon jamaah Haji Probolinggo
Pemkab gelar tasyakuran pemberangkatan calon jamaah Haji Probolinggo

Pemkab gelar tasyakuran pemberangkatan calon jamaah Haji Probolinggo

Kab. Probolinggo (IslamNu) Bertempat di Pendopo Kabupaten Probolinggo, kamis, 25/8/2016, Pemkab Probolinggo menggelar tasyakkuran pemberangkatan calon jamaah haji kloter 63 dan kloter 64 kabupaten Probolinggo sebanyak 775orang. (25/8).

Pembacaan sholawat Simtutduror menggema mewarnai acara tasyakkuran sore ini. Selain dihadiri Bupati Probolinggo, Ibu Hj. Puput Tantriana Sari, SE hadir pula anggota DPR-RI, Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si yang didampingi Kepala Kankemenag, Bpk H. Busthami, Kabag Kesra Setda Kabupaten Probolinggo, Syarifuddin, para SKPD serta tokoh agama, tokoh masyarakat (MUI, PCNU, FKUB) dan 775 Calon Jamaah haji Probolinggo.

Mengawali sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Probolinggo, KH. Abdul Hadi, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Probolinggo, alhamdulillah peka dan peduli memfasilitasi selamatan pemberangkatan jamaah haji, semoga Barokah bagi kita semua, kita berharap doanya CJH Probolinggo agar Probolinggo khususnya dan Indonesia pada umumnya senantiasa dalam lindungan Allah dan selalu dalam situasi dan kondisi yang kondusif.

“Perbanyaklah syukur dan tingkatkan amal ibadah, serta yakinlah bahwa biaya yang dikeluarkan untuk ibadah haji akan diganti oleh Allah.” H. Abdul Hadi juga menjelaskan “Birru hajji ith’amuth-Tha’am wa liinul kalam”, Mabrurnya haji terletak pada murahnya dalam murahnya makanan dan halusnya dalam berkata-kata, ini ukurannya kemabruran itu menjadi atsar dalam ibadah dan sosial, tandasnya.

Dalam laporannya Kepala Kankemenag Kabupaten Probolinggo, H. Busthami menjelaskan bahwa Calon Jamaah haji tahun ini berjumlah 775 yang terbagi dua kloter, kloter 63 dan kloter 64 yang akan kita berangkatkan sesuai jadwal yang ada.

Kloter 63 terjadwal masuk asrama haji Sukolelo, pada 4 September sekitar pukul 7.00 WIB, dengan kode keberangkatan  SV5735. Namun, Terbang, tanggal 5 September , SUB, 00:10 tiba di Jeddah, jam 06:35 Waktu setempat. Kepulangan dengan kode SV5426, terbang, tanggal 13 Oktober 2016, tiba di Madinah, tanggal 14 Oktober 2016 jam 23:59 Sub 14:05 Waktu setempat.

Sementara kloter 64 terjadwal masuk asrama haji Sukolelo, tanggal 4 September , jam 08.00 WIB, keberangkatan dengan kode SV5701, terbang, tanggal 5 September 2016, SUB, 02:10 tiba di Jeddah 08:35 Waktu setempat. Kepulangan dengan kode SV5426, terbang, tanggal 13 Oktober 2016, tiba di Madinah, tanggal 14 Oktober , jam 23:59 Sub 14:05 Waktu setempat.

Mereka akan berkumpul di beberapa titik pemberangkatan dini hari, 4 September  (sabtu malam minggu). Selanjutnya dihimbau semua calon jamaah bisa melaksanakan sholat subuh berjamaah di Musholla yang ada di Area Miniatur Ka'bah Bentar Probolinggo. karena jam 07.00 pagi kloter 63 sudah harus berada di Asrama Haji Sukolelo, dan kloter 64 sekitar jam 08.00 Wib.

Dalam arahannya, Anggota Komisi VIII DPR RI Hasan Aminuddin menyatakan; “sebagai tamu Allah para peserta jamaah Haji, secara resmi akan dilepas oleh Bupati Probolinggo pada tanggal 4 September 2016 dari wisata religi Miniatur Ka’bah Kecamatan Gending.”

Beliau mengaku bangga dan bersyukur kepada Allah. Sebab, tahun ini juga berkesempatan menunaikan haji dalam tugas negara untuk memantau pelaksanaan haji di Mekah, semoga bisa bertemu dengan para Calon Jamaah Haji baik dari Probolinggo dan dari daerah lain tentunya.

Dalam pesannya, beliau berpesan pula; “Mantapkan niat lahir dan batin ke jalan Allah untuk melaksanakan badah haji, mendapat panggilan untuk benar benar ibadah sebagai tamu Allah SWT dan Rosulullah,” jelasnya.

Selain itu, Beliau berpesan, agar menjaga kesehatan mulai sekarang, pemberangkatan, pelaksanaan dan pemulangan. Ibadah haji membutuhkan tenaga dan fisik yang lebih, perbanyaklah minum air zamzam dan memakan buah-buahan serta perbanyaklah berbicara dengan Allah Swt. melalui dzikir, istighfar serta Sholawat. “karena tempat itulah merupakan tempat pertaubatan umat manusia dari segala penjuru dunia,”imbuhnya.

Diakhir arahannya, Hasan juga menambahkan agar para calon jamaah haji untuk tidak berebut waktu utama (afdhol) ketika akan melakukan jumratul aqobah. Tetapi ikutilah jadwal yang telah di tentukan kemenag “Belajarlah dari kejadian kasus Mina satu tahun yang lalu” di mana waktu itu disebabkan berebut waktu utama warga Probolinggo ada yang menjadi korban dalam tragedi tersebut, tutupnya. (Mp).