Kab. Probolinggo (IslamNu) Mencintai anak yatim piatu merupakan ajaran dan tradisi islam sejak dahulu. Bahkan Rasulullah Saw pernah bersabda : “Aku dan pemelihara anak yatim di surga seperti ini (dan beliau memberi isyarat dengan telunjuk dan jari tengahnya, lalu membukanya (HR. Bukhari, Turmudzi, Abu Daud).
Selain dalam hadits Nabi Muhammad Saw. juga banyak terdapat dalil dalam Al-Qur’an diantaranya; “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin, maka celakalah bagi orang-orang yang sholeh yaitu orang-orang yang lalai dari sholatnya, orang-orang yang berbuat riya dan enggan menolong dengan barang berguna”.(QS. Al-Ma’un ayat 1-7).
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin,” (QS. al-Baqarah 2:177)
Maka dari itu, Jum’at (6/10/2017) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo, menggelar doa bersama dan santunan yatim piatu bertempat di Pondok Pesantren Al-Barokah Tunggak Cerme.
Kegiatan ini dihadiri Camat Wonomerto, Bapak Taufik Alami, S.Sos., M.Si, Jajaran Ra’is Syuriyah dan Tanfidziyah MWCNU, Kepala Desa Tunggak Cerme Nantu Hermanto, KUA Wonomerto diwakili penyuluh agama, para tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Penyerahan bantuan secara simbolis diawali oleh Camat Wonomerto beserta istri, Ketua Tanfidziyah KH. Muhammad Hasan Sidiq, Sekretaris Fathurrozi Amien, M.PdI, Rais Syuriah Ky. Abdullah Mu’thi, Katib, Kyai Abdul Basit, Kades Nantu serta beberapa tokoh peduli sosial lainnya. Para penerima terdiri dari anak-anak yatim piatu dengan didampingi oleh ibunya masing-masing serta para undangan yang lain.
Bapak Camat Taufik Alami dan Ibu sempat meniteskan air mata hingga masuk kembali ke rumah Ketua Tanfidziyah MWCNU Wonomerto. Secara terpisah menjelaskan hal ini disebabkan sebelum dilantik sebagai Camat, satu minggu sebelumnya orang tua beliau wafat, sehingga mengingatkan beliau akan orang tuanya dengan melihat anak-anak yatim yang masih muda belia ini harus berpisah dengan orang tuanya, kenangnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Wonomerto, maka selayaknyalah kita mengingat mereka, menyisihkan sebagian harta kita untuk ditashorrufkan buat mereka. Dan kepada para simpatisan, baik kepada Camat, KUA, Kades serta semuanya yang telah berkontribusi kami sampaikan terima kasih, semoga Allah SWT. akan membalasnya dengan yang lebih baik dan berkah, harapnya.
Santunan ini bertujuan untuk membangun rasa sosial dan kepedulian terhadap mereka. Walaupun nilainya tidak seberapa, semoga manfaat dan mampu membangkitkan ghirah kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dengan mencintai mereka sebagaimana Rasulullah Saw. mencintai mereka. (Mp).