Tiap Jumat Manis pagi, Bersama MWCNU-MUI, Forkopincam Wonomerto Laksanakan Sholat Tasbih
Tiap Jumat Manis pagi, Bersama MWCNU-MUI, Forkopincam Wonomerto Laksanakan Sholat Tasbih

Probolinggo (IslamNu) Jajaran Forum Komonikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kecamatan Wonomerto bersama Pengurus NU-MUI dan toga tomasy menjadwalkan pelaksanaan sholat Tasbih dan Doa bersama setiap Jum’at manis pagi. Hal ini sesuai kesepakatan Camat Wonomerto Bpk Taufik Alami dengan Pengurus MWCNU-MUI ketika menghadiri pelaksanaan Istighosah rutin di kediaman Ust. Abu Bakrin Pengurus Ranting NU Desa Sepuhgembol beberapa hari lalu, minggu (12/11) dan hari ini Jum’at manis pagi (17/11) pertama kalinya kegiatan tersebut dilaksanakan.

Dalam sambutannya, Camat Wonomerto berterimakasih kepada semua tokoh dan jajaran forkopincam yang hair termasuk kepada ibu fatayat muslimat NU. Semoga kita semua bisa istiqomah dalam melaksanakan kegiatan mulia ini, selain ibadah juga bisa menjadi sarana doa keselamatan negeri demi keutuhan NKRI. Sekaligus melatih diri untuk mengingat Allah dengan harapan menjadi nilai ibadah di tengah kesibukan kita masing-masing, harapnya.

Ketua MWCNU yang sekaligus anggota dewan pertimbangan MUI Wonomerto bersama Kyai Abdullah Ra’is Syuriyah menghimbau untuk turut hadir jika tidak ada halangan yang bisa ditinggalkan. Pada saat yang sama Hasan mengulas pentingnya menata hati demi mendekatkan diri kepada yang maha suci.

Menurutnya, Sholat tasbih merupakan salah satu sembahyang sunah yang tidak dianjurkan berjamaah, namun jika dilakukan dengan berjamaah tidaklah masalah. Sholat ini sangat diajurkan Rasulullah Saw karena menyimpan keutamaan luar biasa. Syekh Said bin Muhammad Ba’asyin dalam Busyral Karim bi Syarhi Masa’ilit Ta’lim halaman 260-261 juz I menyebut sebuah hadits Rasulullah SAW dan sejumlah pandangan ulama yang artinya sebagaimana berikut ini; “Rasulullah SAW mengajarkan Sayidina Abbas RA (pamannya) sembahyang tasbih. Kepadanya, Rasulullah SAW menyebutkan keutamaan besar sembahyang tasbih. Salah satunya adalah ampunan Allah SWT, ‘Kalau saja dosamu sebanyak gundukan pasir, niscaya Allah Swt. akan mengampuni dosamu.’ (Hadits hasan).

Dalam sebuah hadits disebutkan; “Kalau kau sanggup, lakukan sembahyang tasbih ini sekali sehari. Kalau tidak, lakukan sekali dalam satu jumat. Kalau tidak bisa, sembahyang tasbih lah sekali sebulan. Kalau tidak sempat, lakukan sekali setahun. Kalau tidak bisa juga, kerjakanlah sekali dalam seumur hidupmu.” Baiknya sembahyang empat rakaat ini diakhiri dengan satu salam jika dikerjakan siang hari. Kalau dikerjakan malam hari, boleh dikerjakan dalam dua salam.”

Ia juga menyitir sebuah ayat Q.S. Thaha :130 yang artinya; “Maka bersabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang” (Thoha/20: 130).

Semoga kegiatan yang kita awali ini akan memberikan dampak positif bagi kita, keluarga dan masyarakat semuanya. Marilah kita niati dengan tulus agar hikmah terpendam sekalipun Allah berikan kepada kita, tutupnya. (Mp).