Probolinggo (IslamNu) Dalam Tausiyahnya, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Abdul Hadi Saifullah mengajak semua komponen baik jajaran Umaro dan Ulama tetap kokoh bergandengan tangan, kompak dalam komonikasi dan koordinasi, demi kondusifnya situasi dan kondisi, pada setiap daerah dan lingkungan perlu dijaga sebagai kewaspadaan dini. (20/10/2017).
“Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya manusia terbaik itu adalah mereka yang mampu memberikan manfaat kepada orang lain” sebagaimana disabdakan Sang Nabi Saw “Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat kepada manusia lainnya”. Untuk itu marilah kita bersatu tegakkan “Amar ma’ruf Wan Nahyu anil Munkar” menyeru kebaikan dan mencegah kemunkaran.
Pengurus NU baik dari tingkat PC, MWC hingga PRNU teruslah bersinergi sesuai dengan posisinya masing-masing. PCNU dengan jajaran Forkopimda, MWCNU dengan Forkopimka dan Ranting dengan Pemerintahan yang ada di desa. Pengurus NU selain harus peka hati, hendaknya juga peka mata dan telinga. Lihat kanan kiri kita sudah kondusifkah lingkungan, jika ada penyimpangan, pelanggaran, hal-hal negatif yang perlu penanganan maka koordinasi dengan pihak aparat yang berwenang solusinya.
Jangan pernah main hakim sendiri, agar kita tidak salah dan malah bunuh diri karena telah dianggap melanggar hukum. Pahami setiap produk hukum demi menegakkan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Terutama Ranting NU sebagai Garda terdepan Nahdlatul Ulama yang ada di grassroot di masing-masing desa. Hakekatnya, kita memiliki kewajiban yang sama dalam Amar Ma’ruf dan Nahi munkar sebagaimana usulan konstruktif penyuluh agama kemenag. Jangan sampai generasi muda kita mengalami degradasi / dekadensi moral hingga parah, seperti melakukan penyalahgunaan narkoba, miras, dan tindakan asusila lainnya, namun mari kita bangkit bersama mengajak dan mengarahkan mereka ke Jalan Allah dan Rasul-Nya sesuai dengan tugas dan fungsi kita masing-masing, baik sebagai aparat atau ulama untuk meminimalisir kanakalan remaja. Teruslah berfungsi sebagai himayah dan taqwiyatul ummah mengarahkan dan menguatkan umat, melindungi umat dari kema’siyatan, keterpurukan dan ketidak berdayaan dan yang terpenting sebagai tokoh agama jangan melindungi dan membela kemaksiyatan, tutupnya.
Acara yang digagas pengurus MWCNU Wonomerto ini dihadiri jajaran Forkopimka, tampak Camat Wonomerto Bapak Taufik Alami, S.Sos., M.Si, Danramil, Polsek, beberapa Kades, Ketua MUI, KUA, pengurus MWCNU, PRNU, PAC Ansor-Banser serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. (Mp).