Temu Ulama-Umaro, Camat Taufik Alami ajak Semua Komponen Bangkit Bersama
Temu Ulama-Umaro, Camat Taufik Alami ajak Semua Komponen Bangkit Bersama

Probolinggo (IslamNu) Upaya untuk terus mewujudkan masyarakat yang aman, damai dan nyaman. Pengurus MWCNU Wonomerto gandeng Kesbangpol gagas sinergitas Ulama-Umaro yang dihadiri jajaran Forkopimka, tampak Camat Wonomerto Bapak Taufik Alami, S.Sos., M.Si, Danramil, Polsek, beberapa Kades, Ketua MUI, KUA, pengurus MWCNU, PRNU, PAC Ansor-Banser serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. (20/10/2017).

Dalam sambutannya, Ketua MWCNU Wonomerto menyampaikan bahwa tujuan kegiatan malam ini untuk menyatukan persepsi dalam upaya pencegahan dini adanya konflik sosial, menjaga stabilitas keamanan dan ketentraman. Manakala ada issu-issu, misalnya issu santet dan lain-lain sekiranya bisa meredam. Issu apapun yang terjadi secepat mungkin kita tangkal dan kita atasi bersama dengan berkoordinasi dengan aparat pemerintahan.

Taufik Alami, S.Sos. M.Si selaku Camat Wonomerto menyambut baik upaya Kesbangpol kabupaten Probolinggo berkenan hadir di Wonomerto untuk membangun komonikasi dengan toga-tomasy. Menurut Taufik, keberadaan Ormas islam seperti MWCNU, MUI, FKDM dan ormas lainnya amat penting dalam turut membangun dan berkontribusi kepada daerah. Ormas baiknya memberikan kontribusi kepada masyarakat lingkungan yang berdampak perubahan sosial baik mental maupun fisik.

Berbagai kasus-kasus yang terjadi setidaknya manjadi agenda khusus dalam turut serta memberikan kontribusi pembangunan wilayah. Ada banyak hal yang perlu kita selesaikan bersama, baik menyangkut ketimpangan sosial, kasus pencurian, kasus pemerkosaan, keamanan, atau seperti pemberitaan kelangkaan air minum di Sumberkare perlu meningkatkan kebersamaan dan itu sudah terwujud dimana beberapa minggu lalu Kapolresta Probolinggo bersama jajaran Forkopimka Wonomerto dan Pemerintahan desa bersama warga berhasil melakukan pemasangan pipa air minum di desa tersebut. Kita juga hadir ketika diperlukan tokoh agama selevel MWCNU, tokoh pemuda Ansor dalam santunan anak yatim dalam semarak Muharrom. Untuk itu Camat Taufik mengajak jajaran FKDM, MWCNU dan Ormas yang lain untuk mendedikasikan dirinya menjadi leader di masyarakat. Wonomerto memiliki motto yang cukup fenomenal; yakni Bangkit dari ketertinggalan, bangkit dari keterpurukan dan bangkit dari ketidak berdayaan.

Sementara Ketua Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Probolinggo Bapak Agus Mukson, SH, M.Si menjelaskan bahwa; “Peran kiai sebagai tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat penting dalam menciptakan situasi yang kondusif di lingkungannya masing masing, yang pada akhirnya secara umum mampu mewujudkan daerah yang mapan, daerah yang terkoordinir dalam pembangunan sosial, membangun sumber daya manusia yang memberikan rasa aman dan nyaman.

Lemahnya komonikasi dan koordinasi memungkinkan adanya hal-hal yang kurang menguntungkan dalam pembenahan situasi kondusif. Terkait issu-issu yang pernah terjadi, misalnya issu santet di daerah Gading hingga terjadinya pembunuhan, juga issu yang sama pernah terjadi di Bantaran, Kraksaan yang bersangkutan tidak diperkenankan pulang bahkan dikeluarkan dari desanya. Untuk itu kami berharap peran kiai dalam turut serta mensosialisasikan, memberikan bimbingan kepenyuluhan secara utuh kepada masyarakat luas. Terciptanya situasu kondusif di kabupaten ini akan menguntungkan semua, baik pemerintah maupun warga, ulas Mukhson.

Pelaksanaan Pemilukada, Pileg dan Pilgub 2018 sudah semakin dekat. Dan saat ini sudah memasuki tahapan pendaftaran ppk, seleksi panwas kecamatan, harapannya situasi tetap kondusif dan tidak memanas. Marilah kita sama-sama memerankan diri untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat luas, bahwa pemilukada hal yang biasa jangan sampai terjadi pertengkaran, kerusuhan. Semoga Probolinggo tetap aman dan kondusif seperti pelaksanaan Pilkades serentak pada tahun 2014 yang pelaksanaannya mencakup 220 desa dan alhamdulillah tetap aman dan kondusif. Untuk membangun kebersamaan dibutuhkan ketulusan, tutupnya. (Mp).