Pengurus MUI 24 Kecamatan Dikukuhkan Di PP. HATI Rangkang
Pengurus MUI 24 Kecamatan Dikukuhkan Di PP. HATI Rangkang

Kab. Probolinggo (IslamNu) Bertempat di Aula Pondok Pesantren HATI Jalan Toroyan Desa Rangkang Kraksaan, Rabu, 13 Desember 2017, Dewan Pimpinan MUI  Kabupaten Probolinggo KH.Munir Kholili melantik dan mengukuhkan pengurus MUI kecamatan se kabupaten Probolinggo Masa Khidmat 2017/2022 M. Pasca dilantik selanjutnya mereka mendapatkan pengarahan Ketua umum MUI Provinsi Jawa Timur yang sekaligus Pengurus Pusat MUI Bidang Dakwah KH. Abdus Shomad Bukhori (13/12/2017).
Ketua Panitia Sekretaris MUI Kab. Probolinggo KH. Sihabuddin Sholeh, SH menyampaikan terima kasih kepada Ketum MUI Jatim, Jajaran Forkopimka, Dinas terkait dan terutama kepada Ibu Bupati dan keluarga besar pondok pesantren hati yang telah memfasilitasi terlaksananya kegiatan ini. Dilanjutkan dengan pembacaan surat pengukuhan dan pengesahan pengurus MUI kecamatan sekabupaten Probolinggo oleh H. Yasin salah seorang pengurus harian MUI Probolinggo. 

Selain pelantikan acara ini merupakan ta’aruf perdana antar semua pengurus MUI se kabupaten agar mereka saling mengenal selanjutnya bertukar visi-misi sehingga perannya di masyarakat akan benar-benar terasa dalam hal pengayoman dan pembimbingan kepada umat dan memperkuat ukhuwah.
Acara pelantikan yang bertemakan “Kuatkan Aqidah, Rekatkan Ukhuwah dan Tingkatkan Dakwah menuju Kabupaten Probolinggo berkah” ini dihadiri Bupati Probolinggo Ibu Hj. P. Tantriana Sari, SE. Anggota DPR-RI Komisi VIII Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si. Sekda Kab. Probolinggo Drs. Suparwiyono, Jajaran SKPD, TNI-POLRI, Kejaksaan, Kepala Dinas Koperasi UKM, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Probolinggo, Ketua FKUB, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan dan Kabupaten Probolinggo serta seluruh Camat se kabupaten.

Dalam sambutan Anggota DPR-RI Komisi H. Hasan Aminuddin mendoakan semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan lahir dan batin, dengan niat meninfaqkan diri kita di jalan Allah untuk beramal ma’ruf wan nahyu anil munkar.

Selanjutnya, memasuki dunia digital seperti saat ini di mana tantangan dan ancaman nyata kita adalah hancurnya akhlaq generasi muda. Maka kewajiban kita bersama untuk menjaga akhlaq kita dan anak-anak kita agar mereka tetap konsisten menjaga ajaran dan akhlaq Rasulullah Saw. Selain itu kita harus bisa memilih dan memilah; dahulukan pendidikan anaknya jangan seperti kebanyakan masyarakat pada umumnya. “Saya tidak setuju adanya penghadangan dakwah karena berbeda dengan kita.

Ketum MUI Jatim KH. Abdus Shomad Bukhori  dalam orasi ilmiyahnya menyampaikan bahwa “Tegaknya dunia karena empat hal; Ilmunya ulama, adilnya pemerintah (umaro), murahnya orang kaya dan doanya orang-orang miskin.”

Baru kali ini saya jumpai di Jawa Timur pelantikan dan pengukuhan MUI yang dilaksanakan secara bersamaan yang dihadiri semua jajaran pemerintah, umaro dan ulama. 

Satu model pendidikan murah berkualitas di Indonesia kita temukan di sini, di pondok ini (PP. HATI) di mana yang sekolah dari kalangan anak-anak miskin.

MUI adalah wadah, sarana amar ma’ruf wan nahyu anil munkar. Agama lebih tinggi dari harta benda bagi mereka yang memiliki iman dan ketaqwaan yang mantab. Beliau juga mengajak mari kita bangun negeri ini dengan tegaknya agama.

Dan saya minta semua yang dilantik bisa bekerja dengan baik. Majelis Ulama Indonesia (MUI) didirikan sejak tanggal 17 Rajab 14 H.  bersamaan dengan tanggalb 26 Juli 1975 M. dan sebagai ketua pertama KH. Buya Hamka dari Maninjo Bukit tinggi Sumatera. Di Probolinggo sering terjadi aliran-aliran yang perlu kita sikapi, kita perlu memahami sejarah dengan kembali pada literatur keislaman, pengurus MUI harus bisa membaca, memahami al-Qur’an dengan baik, jelasnya.

Indonesia adalah negara Pancasila yang rakyatnya beragama. Sebagai negara besar tentunya banyak hal-hal yang perlu kita pahami dan sikapi fenomena yang ada menuju terciptanya suasana harmonis dan kokoh sehingga semua warganya mampu mengimplementasikan syariat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tutupnya.  (Mp).