Probolinggo (IslamNu) Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan keindahan bacaannya mulai pagi hingga sore hari terdengar di Angkringan 86 Wonomerto mengawali kegiatan “Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) III” yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Wonomerto salah satu Banom Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan. Kegiatan ini dihadiri Jajaran Forkopimka (Camat, Polsek, Koramil), Rois Syuriyah MWCNU, Pengurus PC-PAC Gerakan Pemuda Ansor, Fatayat-Muslimat NU, toga tomasy, santri dan guru TPQ-Madin yang diperkirakan berjumlah kurang lebih 600 orang. (24/10/2017).
Gebyar pentas seni dengan menampilkan kebolehan para santri TPQ-Madin menggambarkan prestasi santri dan pelajar islam yang sarat dengan nilai-nilai agamis. Entitas dan antusiasme masyarakat luas, mulai dari jajaran wali santri, ustadz-ustadzah, toga tomasy turut hadir meramaikan jalannya peringatan hari santri yang sangat berkesan malam ini. Menambah khusu’ akan hadirnya hati di tengah-tengah runtuhnya jiwa bersimbah kepada Sang pencipta, tatkala alunan Sholawat Simtutduror dimainkan dengan iringan hadroh oleh Tim Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor binaan Ust. Muhammad Idrus anggota PC. GP. Ansor Probolinggo.
Dalam sambutannya, Camat Wonomerto Bapak Taufik Alami, memberikan apresiasi kepada semua panitia yang telah mensuksesnya jalannya kegiatan. “Saya hadir di sini semata mata ingin menyapa warga wonomerto sekaligus karena kecintaan kita kepada negeri ini, kecintaan kita kepada NKRI, kecintaan kita kepada Nahdlatul Ulama dan kecintaan kita kepada santri sebagai generasi muda penerus bangsa. Melalui hari santri yang telah ditetapkan oleh Presiden RI Bapak Jokowi mari kita perkokoh persatuan dan kesatuan demi keutuhan NKRI”. ungkapnya.
Diakhir sambutannya, Taufik menambahkan marilah kita bangkit dari ketertinggalan, bangkit dari keterpurukan dan bangkit dari ketidakberdayaan. Kebangkiita kita kebangkitan santri, santri yang mampu membangun negeri, demi keutuhan NKRI. Menyongsong nuansa islami, yang dengan saling menghargai.
Salah seorang wakil Panitia menjelaskan, “HSN III memiliki maksud dan tujuan sebagai wujud peneguhan kemandirian santri dalam kontribusinya demi kemajuan bangsa dan negara, sekarang dan mendatang”. Santri telah berkontribusi terhadap bangsa dan negera. Yang dahulu terkenal dengan “Kaum sarungan”, santri mampu menjaga identitasnya, sekarangpun di era modern harus lebih cerdas dalam menjaga identitasnya dengan menyuarakan syiar-syiar agama.
Santri janganlah berpaling dari Al-Qur’an (Ad-Dzikr) sedikitpun kalau tidak ingin penghidupan sempit yang menghimpit, akan tetapi santri harus mampu bersinergi sesuai dengan “Resolusi Jihad” yang dicetuskan KH. Hasyim Asy’ari, Seorang tokoh terkemuka Nahdlatul Ulama bahkan seorang pendiri. Santri harus bangkit, mampu menjadi magnet peradaban, pedomilah ajaran Tuhan secara utuh yang tertulis dalam Al-Qur’an. Pada saat yang sama, Camat Wonomerto juga menyerahkan tanda penghargaan kepada santri berprestasi tingkat provinsi baik dalam lomba Festival Anak Sholih Indonesia (FASI) maupun Porseni Jatim cabang lomba pidato, Tahfidz dan Seni Kaligrafi Kontemporer. Selanjutnya ditutup dengan doa oleh Rois Syuriyah MWCNU Kyai Abdullah. (Mp).